Tips Mengawasi Anak di Media Sosial versi Psikolog

Homeschooling Pena Surabaya,

Tips mengawasi anak perlu diketahui para orangtua mengingat di jaman modern yang serba menggunakan teknologi ini, orang tua harus melakukan pengawasan ekstra pada anak. Tidak hanya mengawasinya di dunia nyata, orang tua masa kini juga diberi pekerjaan tambahan untuk mengawasi anak di dunia maya.

Kemajuan teknologi membuat anak masa kini tidak hanya bergaul dengan teman-temannya di sekolah maupun di lingkungan rumah. Anak-anak juga bergaul dengan menggunakan media sosial.

Untuk urusan ini tak dimungkiri memang cukup sulit untuk melakukan pengawasan. Tapi, bukan berarti tidak mungkin, bukan?

Pengawasan terhadap anak di media sosial menjadi penting ketika mereka bisa berinteraksi dengan siapa saja. Anak-anak bisa berkenalan dengan siapa saja, mengobrol, dan melakukan interaksi lainnya tanpa tahu maksud dan tujuan sesungguhnya dari orang yang diajaknya bicara. Inilah yang patut diwaspadai.

Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti, memberikan beberapa trik untuk mengawasi anak Anda di media sosial. Tentunya tanpa harus mengganggu sosialisasi mereka dengan teman-temannya.

Tips mengawasi anak yang pertama harus dilakukan, menurut Anna, adalah menjadi teman terlebih dahulu dengan sang anak. Untuk itu tentunya orang tua harus mempunyai akun sosial media juga.

“Harus menjadi teman sama anak, tapi bukan berarti terus-terusan komentar di media sosial. Mau tidak mau harus tetap menjaga relasi supaya anaknya merasa nyaman,” kata Anna saat ditemhi di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (3/9).

Baca juga ‘5 Cara Efektif Membuat Anak Gemar Membaca’

Ingat, fungsi Anda adalah mengawasi. Agar efektif tentunya pengawasan harus dilakukan secara intens supaya ketika anak melakukan hal yang tidak berkenan di hati, Anda bisa mengingatkannya.

“Kalau misalnya ada gambar atau informasi yang menurut kita tidak seharusnya disebar, jangan komentar langsung di media sosialnya. Bisa bicara langsung atau secara personal untuk menanyakan maksud ia mengunggah itu apa,” ujar Anna.

Di sisi lain, ketika Anda menemukan percakapan anak Anda dengan orang tidak dikenal, sebaiknya Anda juga melakukan konfirmasi kepada anak Anda. Tapi, ingat jangan langsung berkomentar di media sosial ya. Anda bisa tanyakan langsung atau chatting personal.

“Kalau bisa men-detectada obrolan dengan orang tidak dikenal tanya juga sama anaknya. Usahakan jangan galak mukanya. Intonasinya juga jangan tinggi. Matanya yang tenang, intonasi yang ramah. Lebih banyak bertanya dari pada menasihati,” kata Anna.

Kesempatan itu bisa Anda gunakan untuk berdiskusi, bukan menghakimi. Anda bisa seolah bertanya padanya, apa yang akan terjadi jika ia berinteraksi dengan orang asing yang bahkan sama sekali tidak pernah bertatap muka, atau pertanyaan lainnya. Dengan cara ini, Anda bisa membantu anak untuk diajak berpikir atas dampak dari perbuatannya.

“Yang punya media sosial kan pasti anak yang sudah besar, itu bisa diskusi, ajak ngobrol, dan diajak berpikir,” ujar Anna. (Adm-HS. Pena)

Sumber : Tri Wahyuni

5 Cara Efektif Membuat Anak Gemar Membaca

5 cara efektif dalam artikel ini perlu diketahui Oleh para orangtua. Memiliki kemampuan membaca adalah hal yang sangat bermanfaat bagi semua orang termasuk bagi anak-anak. Gemar membaca akan memberi banyak pengetahuan dan informasi bagi anak. Dengan membaca juga akan membawa anak berimajinasi lebih tinggi. Membaca juga akan memberikan peluang kepada anak untuk berkembang pola pikirnya. Tetapi tidak semua orang atau anak memiliki kegemaran membaca. Kenapa begitu? Memang butuh cara dan teknik bagi orang tua agar anak memiliki kegemaran membaca. Dengan menciptakan budaya membaca menjadi sesuatu yang menyenangkan adalah Kunci sukses membuat anak memiliki kegemaran membaca.

Berikut teknik yang bisa Anda gunakan agar anak gemar dalam membaca :

1. Siapkan bahan bacaan yang pendek
Bila Anda menginginkan anak Anda senang membaca, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah membuat mereka agar tertarik dulu dengan buku. Caranya adalah dengan memberikan bahan bacaan buku yang memiliki cerita menarik dan cerita pendek, sebaiknya dihindari memberikan bahan bacaan yang panjang. Berusahalah memberikan buku yang memiliki konten gambar lebih banyak di awal. Hal ini bisa membina terus kemampuan anak, agar anak tertarik dengan buku sehingga tumbuh semangat membaca.

2. Ikut serta dalam kegiatan membaca anak
Teknik yang kedua adalah ikut serta dalam membaca. Kita harus terlibat, jangan sampai anak diminta untuk membaca tetapi Anda sendiri malah asik melakukan hal lain. Terlibat bersama anak saat mereka membaca. Kita harus bisa menjadi contoh bagi anak-anak. Ambil bahan bacaan yang bersifat umum. Dengan keterlibatan Kita ketika anak membaca maka anak akan merasa nyaman karena didampingi oleh orang tua.

3. Pelan-pelan
Dibutuhkan proses untuk mendapatkan semua perubahan yang diinginkan, termasuk dengan kebiasaan membaca. Kita tidak boleh memaksakan diri agar anak senang dan gemar membaca. Mulailah dengan materi ringan tapi menarik yang anak sukai. Bisa dengan komik atau buku cerita, sebelum Kita memberikan materi bahan bacaan yang agak berat.

4. Jangan memaksa
Jangan pernah memaksa anak untuk membaca. Kegiatan apapun tidak akan membuahkan hasil yang baik bila dilakukan dengan paksaan. Seperti halnya dalam membuat anak senang dan gemar membaca. Kita harus sabar dan tidak boleh memaksa anak agar membaca. Yang tpaling penting adalah membudayakan membaca secara rutin dan berkelanjutan. Bila ini sudah Kita lakukan dengan penuh komitmen, maka akan dengan sendirinya tumbuh keinginan anak untuk membaca.

5. Memberikan Penghargaan
Agar anak senang dan gemar membaca memang memerlukan sebuah proses panjang. Saat anak sudah mampu melaksanakan, memiliki budaya membaca, ada baiknya Kita menghargai usaha mereka. Memberi penghargaan yang pantas atas upaya keras anak. Dengan memberikan anak hanya sekedar ucapan hebat bahwa ia telah mampu menyelesaikan membaca sebuah buku atau sebuah benda yang disukainya.

Baca juga Mana Yang Lebih Menarik Antara Homeschooling Dan Sekolah Formal

Kemampuan membaca sangatlah penting dan bermanfaat bagi perkembangan pengetahuan anak. Budaya membaca adalah sebuah keterampilan yang harus dilatih. Bila ini sudah dicapai maka, anak akan menjadi generasi yang cerdas dan kebanggaan Keluarga.

Sumber : Admin HS Pena