Langkah-Langkah Memulai Pembelajaran Homeschooling

Masih banyak sekali pertanyaan yang muncul dari kalangan masyarakat yang hendak menginginkan melakukan metode pembelajaran homeschooling pada anaknya, rata- rata mereka yang menanyakan hal tersebut adalah orang yang pertama kali atau orang yang baru akan melakukan metode ini.

belajar di rumahSaat anda hendak memutuskan untuk menggunakan metode ini, berikut ini beberapa cara praktis yang patut anda simak agar anda tak kesulitan saat akan memulai homeschooling.

  1. Gunakan waktu sebanyak mungkin untuk mengamati anak anda saat belajar dan bermain.Perhatikan dengan seksama cara belajar dan bermain mereka, sehingga anda bisa menemukan apa yang menjadi bakat dan minat mereka. Anda bisa memikirkan kegiatan seperti apa yang bisa anda gunakan untuk mengembangkan bakatnya tersebut, untuk membantu menemukannya anda bisa sembari membicarakan tentang topic- topic yang menyinggung kegiatan tersebut.
  1. Beri kesempatan untuk anak anda menentukan keputusan dan membuat pilihan kegiatan yang ingin dilakukan.Dia akan menentukan pilihan mereka dan itu akan membuat dirinya senang saat belajar, sembari anda juga bisa mengembangkan potensi dalam dirinya. Setiap anak memiliki hal yang tak disenangi, pikirkan pula caranya agar anda bisa mengubah cara pikirnya sehingga anda bisa melakukan pendekatan padanya.
  1. Usahakan untuk melibatkan keluarga besar atau teman dekat dalam kegiatan belajar dirumah.Ini akan membuat dirinya tertarik pada kegiatan yang anda buat dan bersenang- senang bersama orang- orang yang berarti baginya. Selain hal itu, anda akan juga mendapatkan banyak dukungan dari orang- orang yang anda cintai untuk kegiatan belajar di rumah yang anda terapkan.
  1. Berilah sedikit hal atau kegiatan yang bertujuan untuk menekankan nilai- nilai keluarga pada anak anda.Anda bisa mengembangkan nilai kekeluargaan pada anak anda dengan mengajaknya melakukan berbagai macam aktifitas. Seperti membuat kue, membuat kartu, melukis, memetik bunga, atau mengajarkan untuk memberi sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan. Sehingga jiwa sosialnya juga bisa muncul pada diri sang anak.
  1. Apabila anda mengeluarkan anak anda dari sekolah, anda harus mempersiapkan terlebih dahulu keadaan homeschoolingnya sehingga adaptasi sang anak bisa cepat dan malah tidak mengganggu belajarnya.

Bila perlu mintalah bantuan kepada teman atau anggota keluarga anda untuk membantunya menjalani masa transisinya dari yang dulunya belajar di sekolah berubah ke belajar di rumah. Anda bisa merencanakan sebuah kegiatan untuk menarik kemauan anak anda dengan melakukan kegiatan yang tak mungkin bisa didapatkan di sekolahnya.

Tentunya peran orang tua sangat diperlukan dalam melakukan system homeschooling, karena sang orangtualah yang berperan dalam mendidik anaknya. Bila anda merasa diri anda tidak mampu untuk melakukan pengajaran langsung kepada anak anda, anda bisa meminta bantuan guru privat atau tenaga profesional untuk melakukannya. Tentunya dibawah pengawasan anda agar tak ada hal yang salah dalam metode pembelajarannya.

Semarak Pekan Lomba Agustus Homeschooling Pena 2018

P eringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang ke 73 pada tahun 2018 ini diwarnai dengan keseruan lomba-lomba Agustusan dimana-mana termasuk di Homeschooling pena. Hari kemerdekaan merupakan tonggak sejarah perjuangan bangsa yang harus terus kita pertahankan. Maka sudah sepatutnya kita sebagai Bangsa Indonesia mengenang jasa-jasa pahlawan kita yang sudah membela bangsa Indonesia di dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia dengan  turut serta memeriahkan pesta kemerdekaan ini.

Homeschooling Pena punya cara tersendiri dalam mengemas event lomba Agustusan yang sudah menjadi event annual; diselenggarakan setiap tahun. Peserta Didik Homeschooling Pena  wajib berpartisipasi dalam memperingati Peraayaan HUT Kemerdekaan RI yang ke-73 dengan mengikuti berbagai macam perlombaan yang diadakan oleh Sekolah yang diselenggarakan pada setiap hari Senin selama Bulan Agustus. Tahun ini lomba-lomba diselenggarakan dengan konsep outdoor di Taman Bungkul Surabaya sebagai implementasi konsep pendidikan karakter; yakni menanamkan jiwa nasionalisme dengan tujuan utama memberi kesempatan untuk bersosialisasi. Berikut lomba-lomba yang dihelat diantaranya yaitu :

  1. Lomba Lari Karet Estafet
    Karet di taruh di sedotan peserta pertama kemudian karet didistribusikan secara estafet ke peserta kedua yang juga membawa sebuah sedotan, lalu ke peserta ketiga, selanjutnya di masukkan ke dalam wadah. Kesabaran, keuletan dan kekompakkan sangat diperlukan dalam permainan ini, karena jika terlalu terburu karet akan jatuh dan permainan harus di mulai dari awal lagi.
  2. Lomba Memasukkan Paku dalam Botol
    Paku diikat dengan seutas tali kemudian dililitkan di pinggang dan peserta lomba berusaha memasukkan paku tersebut ke dalam botol. Diperlukan fokus dan keseimbangan untuk menjaga paku tidak bergoyang-goyang dan kemampuan memperkirakan ujung paku masuk dalam mulut botol sangat diperlukan.
  3. Makan Krupuk
    Dalam lomba ini para peserta berusaha memakan kerupuk yang digantung di atas tali yang ditempatkan di atas kepala para pemain. Tujuan permainan adalah menghabiskan kerupuk yang digantung dan pemenangnya adalah yang berhasil menghabiskannya pertama kali. Makan kerupuk tentu saja mudah, tapi coba lakukan dengan tangan yang diikat di belakang dan tak boleh digunakan untuk membantu memegang krupuk yang bergoyang-goyang.
  4. Mengapit Balon
    Balon diapit dengan kedua kaki oleh peserta pertama dan perjalan menuju peserta kedua dengan saling berpegangan dan tanpa meyentuh balon mereka berusaha memindahkan balon tersebut ke peserta selanjutnya, sampai ke peserta teraakhir yaitu peserta keempat yang akan berjalan mengapit balon menuju garis finish.
    Permainan ini tentunya dibutuhkan kekompakan dan kerjasama Tim dan juga keseimbangan karena jika tidak maka balon akan terjaatuh dan permainan harus diulang dari awal.
  5. Membaca Teks Proklamasi
    Lomba ini diikuti oleh peserta secara individu, mereka membacakan Teks Proklamasi di depan publik; teman teman, Orangtua dan Panitia lomba. Tujuan diadakannya perlombaan ini adalah agar  setup peserta didik berani tampil di depån mum dan bisa mengenang sera menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan Kemerdekaan Bangsa Indonesia.
  6. Mewarnai dan Menggambar Topi Contong
    Peserta Didik menggambar di kertas manila yang sudah dibentuk berupa topi kerucut dengaan tema “Perjuangan” sesuai dengan kreasi mereka masing-masing. Kemudian setelah digambar mereka memberikan warna pada gambar yang Sudan dibuat.
    Pelajaran yang di dapatkan yaitu mereka bisa menggambarkan bagaimana dan apa saja peralataan serta keadaan ketika pada jaman perjuangan dahulu sebelum merdeka. Tujuannya adalah menanamkan rasa syukur akan anugerah kemerdekaan ini.
  7. Menangkap Belut
    Lomba ini diikuti oleh peserta secara individu, dengan memindahkan belut satu persatu menggunakan tangan kosong dan berlari dari wadah satu ke wadah lainnya. Penilaian dilakukan berdasarkan siapa paling cepat memindahkan belut sebanyak 2 ekor ke dalam wadah lainnya.
    Tentunya permainan ini sangat membutuhkan ketangkasan dan keberanian karena tekstur belut yang sangat licin ditambah dengan gerakannya yang sangat aktif maka peserta harus bisa cepat dan tepat dalam memindahkan belutnya.

P esan moral dari kegiatan lomba-lomba Agustusan ini adalah ‘Kemerdekaan tidak diraih dengan gratis, tapi dengan perjuangan keras berdarah-darah. Sudah sepatutnya generasi muda Bangsa Indonesia bisa menghargai arti kemerdekaan ini dengan mengisi dengan hal-hal positif dan prestasi-prestasi membanggakan’. Masih ada banyak lagi lomba yang mereka ikuti lainnya. Para Peserta didik sangat senang dan sangat bersemangat mengikuti setiap perlombaan. Tentunya Homeschooling Pena akan memberikan apresiasi dan hadiah kepada semua peserta lomba dan para pemenang yang akan diberikan pada kegiatan Outbond di awal Semester II 2018/2019 nanti.

DIRGAHAYU INDONESIAKU… JAYALAH SELALU

Homeschooling Pena Dapat Penghargaan Wali Kota Surabaya

P eringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI yang ke-73 menjadi momen spesial bagi Homeschooling Pena yang merupakan homeschooling berprestasi di Kota Surabaya, Pasalnya pada upacara bendera yang diadakan pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus 2018 yang dipimpin langsung oleh Walikota Surabaya; Ibu Tri Rismaharini itu Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Tutor Homeschooling Pena mendapatkan penghargaan dari Walikota Surabaya sebagai Warga Kota Surabaya Berprestasi dan Berdedikasi.

Supriadi, S.Pd., M.M., CEO sekaligus Founder Homeschooling Pena secara khusus dihadirkan di Balai Kota Surabaya pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan Tahun 2018 karena dedikasinya dalam memajukan Pendidikan Non Formal di Kota Surabaya. Telah banyak prestasi hebat yang diraih Homeschooling Pena baik di tingkat Kota Surabaya, di tingkat Provinsi Jawa Timur bahkan Tingkat Nasional. Tercatat di tingkat Nasional; P. Adi, sapaan akrabnya berhasil membawa harum nama Kota Surabaya dan Provinsi Jawa Timur dengan meraih Juara II Kategori Pengelola PKBM pada Lomba GTK PAUD Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2018 yang diselenggarakan di Pontianak. Sebelumnya di Bulan Agustus Tahun 2017, P. Adi juga berhasil mendapatkan Penghargaan ‘ Sekolah Keren 2017’ dari Ditjen Pendidikan Keluarga, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia.

‘Prestasi ini untuk Kita semua; untuk Keluarga Besar Homeschooling Pena, Anak-anak Surabaya, Orangtua Peserta Didik atas segala dukungan dan kepercayaan, Staf Manajemen beserta semua Pengajar dan semua kerabat; Pena Parents Club. Terus berikan yang terbaik’ Ungkapnya dengan penuh semangat motivasi.

Selain Ketua PKBM Homeschooling Pena, salah satu Tutor Homeschooling Pena; Toni Purwanto juga mendapatkan penghargaan dari Walikota Surabaya. Salah satu Tutor favorit Peserta Didik Homeschooling Pena yang mengampu mata pelajaran IPS itu karen berhasil meraih Juara I Tutor Pendidikan Kesetaraan Paket C; Lomba GTK PAUD Dikmas Berprestasi Tingkat Kota Surabaya dan Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018.

Baca juga ‘Prestasi Dan Penghargaan Homeschooling Pena’

Dengan capaian prestasi dan penghargaan yang telah berhasil diraih oleh Homeschooling Pena, Masyarakat tidak perlu kawatir dan bingung lagi dalam memilih lembaga Homeschooling di Surabaya. Homeschooling Pena terbukti sebagai yang terbaik.

Mana Yang Lebih Baik Antara Homeschooling Dan Sekolah Formal

Menjadi orang tua tentunya memiliki tantangan tersendiri untuk menentukan model pendidikan yang akan diterima anak kita. Tentunya kita tidak boleh sembrono atau asal memilih, kita harus cerdas dalam mendidik dan mengambil keputusan demi kelangsungan masa depan buah hati kita dimasa depan nantinya. Ketika anak kita masih balita mungkin semuanya terasa mudah dan menyenangkan saat merawatnya, namun hal tersebut akan berbeda bila dia sudah beranjak pada usia sekolah.

Saat anak memasuki usia tujuh tahun sebuah keputusan penting akan dibuat oleh orang tua berhubungan dengan pendidikan, akan menyekolahkan sang anak dimana, mana sekolah yang terbaik untuk tumbuh kembangnya, formal atau homeschooling. Semua itu akan menjadi pilihan yang harus bisa kita tetapkan agar nantinya anak kita mendapatkan pendidikan yang maksimal dan baik tentunya.

Yang akan menjadi bahan pertimbangan orang tua biasanya tak jauh dari beberapa pilihan ini, biaya, kualitas pendidikan, serta jarak sekolah bila menggunakan formal.

Sekolah formal menjadi pilihan favorit banyak orang tua untuk menyekolahkan anaknya, namun tak sedikit juga orang tua untuk menyekolahkan anaknya dengan menempuh model homeschooling.

Lantas apa persamaan dan berbedaan dari kedua model pembelajaran ini?

Persamaan

homeschooling surabaya

Mari kita mulai penjelasan dari persamaan yang dimiliki dua jenis model pendidikan ini.

Baik homeschooling dan sekolah formal, kedua model ini merupakan lembaga legal yang keberadaanya telah diakui oleh Negara. Seperti yang tertera pada UU no 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional pasal 27, dimana kedua model ini merupakan model pendidikan yang memiliki tujuan untuk mendidik anak dengan ilmu pengetahuan.

Standar kompetensi lulusan yang mencakup IPTEK, nasionalisme, kesehatan, olahraga, dan estetika menjadi persamaan dari kedua model ini. Ntah itu homeschooling maupun sekolah formal juga sama- sama mengikuti ujian nasional (UN) nantinya.

Perbedaan

Sedangkan untuk perbedaan dari kedua system pendidikan ini, terlihat jelas dari sistemnya itu sendiri yang ditempuh. Pada sekolah formal anda sudah pasti semua cukup mengetahui dan paham mengenai aturan mainnya, dimana setiap senin sampai dengan hari jumat semua murid wajib untuk datang ke sekolah. Kemudian murid- murid tersebut akan dibagi menjadi beberapa tingkatan kelas dengan materi yang sudah diatur oleh sekolah dan juga dinas pendidikan nasional. Semua murid diperlakukan sama tanpa ada satupun yang dibedakan dalam mendapatkan materi pengajaran.

Apabila sekolah formal memiliki kurikulum yang telah diatur oleh pihak sekolah, berbeda dengan homeschooling yang mana hal tersebut diatur oleh orang tua murid itu sendiri. Namun, orang tua tetap akan mendapatkan dari dinas pendidikan agar kualitasnya tetap setara. Jadwalnya pun berbeda dengan sekolah formal.

Tentunya kedua metode pembelajaran ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing- masing, kuncinya pada pola pembelajaran dengan materi- materi yang sesuai dengan bakal dan minat sang murid.

Homeschooling – Apa itu Homeschooling?

A da cukup banyak kebingungan tentang apa yang dimaksud dengan homeschooling. Kebingungan ini diperburuk karena setiap negara memiliki definisi khusus tentang apa yang dimaksud dengan homeschooling, dan negara yang berbeda memiliki definisi yang berbeda. Belum lagi setiap institusi pendidikan pasti punya definisi sendiri tentang homeschooling, siapa yang memberikan pendidikan, berapa jumlah tutor dsb, pastinya definisinya jadi tambah rancu. Mari kita lihat apakah artikel ini dapat memberikan sedikit pencerahan pada kebingungan-kebingungan yang ada ini.

Karakteristik Fundamental

Meskipun ada banyak cara untuk homeschool, mari kita batasi diskusi kita ke situasi paling dasar, atau apa yang bisa disebut paradigma dari homeschooling. Dengan memahami paradigma homeschooling ini, kita dapat mengambil karakteristik kunci dari definisi homeschooling.

Pertama, orang tua yang homeschool telah membuat keputusan sadar untuk mengelola pendidikan anak mereka ke tingkat yang jauh lebih besar daripada sekedar ‘bersekolah’ pada umumnya. Pada intinya, orang tua yang menerapkan homeschooling telah memutuskan untuk mengendalikan pendidikan anak mereka dalam setiap detail. Mereka memutuskan materi apa yang akan dipelajari, buku apa yang akan digunakan, berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk belajar, dan banyak detail lainnya. Mereka tidak memberikan keputusan ini kepada orang lain, seperti kepala sekolah, guru pribadi, atau bahkan pejabat pemerintah.

K edua, seorang anak yang belajar di rumah melakukan pekerjaan sekolahnya di rumah. Ini tampaknya agak jelas, tetapi sekali lagi kita melihat karakteristik paling mendasar dari homeschooling. Seorang anak yang belajar di rumah tidak pergi ke lokasi lain untuk pendidikan mereka, bukan sekolah, bukan gereja, bahkan rumah orang lain. Sekalipun seorang anak yang belajar di rumah mungkin mengambil kelas khusus di tempat lain, pusat pendidikan anak tersebut tetaplah di rumah.

Ketiga, orang tua homeschooling bertanggung jawab atas materi pendidikan untuk anaknya. Walaupun pihak ketiga dapat disewa untuk menjelaskan topik tertentu, orang tua memegang tanggung jawab akhir dari materi yang diajarkan. Orang tua memastikan anak melakukan tugas, orang tua memastikan tugasnya dinilai, dan orang tua bertanggung jawab atas catatan progress pendidikan anak. Orangtua dapat menggunakan sumber luar untuk membantu mereka dengan tugas ini, tetapi tanggung jawab terakhir ada pada orang tua.

Siapa yang Mengajar

Seorang guru homeschool bisa jadi anggota keluarga; tidak harus orang tua. Seorang kakek-nenek, saudara, paman, atau sepupu, bisa juga menjadi guru untuk anak homeschool. Karena itu, biasanya guru utama anak yang belajar di rumah adalah orang tua atau kakek-nenek, karena alasan yang jelas (disiplin, tanggung jawab, dll.).

Sementara seorang anak dapat mengambil kelas yang diajarkan oleh seseorang yang dibayar, memiliki guru berbayar (tutor) sebagai guru utama di homeschool kadang-kadang bisa menjadi masalah. Beberapa negara mensyaratkan bahwa jika seseorang dibayar untuk homeschooling seorang anak, orang itu membutuhkan lisensi mengajar yang dikeluarkan oleh negara. Jika Anda berpikir untuk mempekerjakan seorang tutor untuk mengajar anak Anda di rumah, Anda perlu bertanya kepada Departemen Pendidikan di negara Anda untuk menentukan persyaratan yang tepat.

Apa yang Harus Dilakukan Untuk Memulai Homeschool Anak Anda

Ada dua persyaratan yang perlu Anda penuhi untuk dapat homeschooling anak Anda. Pertama adalah persyaratan hukum negara tempat Anda tinggal. Ini kadang-kadang bisa membingungkan, jadi pastikan Anda meneliti persyaratan ini secara menyeluruh. Beberapa kabupaten juga akan memiliki persyaratan khusus untuk homeschooling, jadi Anda perlu memeriksa dengan dewan pendidikan lokal Anda juga. Bersikaplah gigih dengan pejabat pemerintah karena mereka mungkin berusaha mencegah Anda dari homeschooling.

Persyaratan kedua adalah menyusun sumber daya yang ingin Anda gunakan untuk upaya homeschooling anak Anda. Ini biasanya seperangkat buku dan koleksi perlengkapan sekolah normal. Buku-buku dapat berupa kurikulum yang disiapkan atau hanya satu set buku teks individu. Kedua hal ini dapat ditemukan secara online, dan banyak negara bagian memiliki konvensi untuk homeschooling di mana Anda dapat membeli buku juga. Anda harus memulai dari yang sederhana, dengan fokus Anda pada dasar-dasar membaca, menulis, dan berhitung. Anda dapat menambahkan subjek lain nanti, setelah Anda memulai; namun, jika Anda ingin memulai dengan subjek tambahan lainnya (seni, sejarah, sains, dan sebagainya), tentu Anda harus melakukannya.

Panggilan untuk bertindak

Banyak orang tua tidak puas dengan pendidikan yang dapat diperoleh anak mereka di sistem sekolah yang ada. Jika Anda adalah salah satu dari orang tua ini, saya akan sangat menyarankan Anda mempertimbangkan homeschooling sebagai alternatif dari mengirim anak Anda ke sekolah setiap pagi. Dari pengalaman pribadi, saya dapat mengatakan bahwa homeschooling adalah salah satu cara terbaik untuk mendidik anak Anda.

Perbedaan Homeschooling Dengan Sekolah Biasa

Seperti yang banyak kita ketahui, bahwa homeschooling sudah menjadi metode pendidikan alternatif bagi para keluarga sekarang ini. Mungkin juga andalah salah satu yang menggunakan homeschooling. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas apa itu homeschooling dan apa perbedaan homeschooling dengan sekolah formal, selain itu kita juga akan membandingkan mengenai biaya homeschooling dengan sekolah formal. Pastikan anda menyimak artikel ini hingga tuntas tanpa meninggalkan satu katapun.

Apa itu homeschooling

Bisa dikatakan ini merupakan metode belajar yang dilakukan dirumah, dengan bantuan guru privat atau dengan orang tua sendiri sebagai gurunya. Nah dari penjelasan diatas, menurut saya sendiri homeschooling itu adalah rangkuman dari penjelasan tadi. Tidak penting siapa yang akan menjadi guru atau pembimbing anak yang melakukan homeschooling, karena orang tua bisa memilih dan bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan anaknya.

homeschoolingHomeschooling sendiri dalam bahasa Indonesia bisa dibilang sebagai sekolah yang dilakukan di rumah, bersekolah atau melakukan kegiatan belajar mengajar dirumah bukannya di sebuah gedung sekolahan. Itu bila menurut bahasa Indonesia, beda halnya dengan pendapat para pakar pendidikan. Mereka mengatakan bahwa kegiatan ini adalah istilah dari sekolah mandiri, sehingga tanggung jawab dalam proses dan hasil pendidikan anaknya secara penuh berada di tangan orang tua bukan pada guru atau lembaga formal sekolah.

Secara umum homeschooling adalah sebuah model pendidikan dimana rumah menjadi pusat dari kegiatan ini, secara sadar orang tua bertanggung jawab penuh atas pendidikan anaknya.

Persamaan homeschooling dengan sekolah formal:

  • Sekolah formal dan homeschooling sama- sama bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada anak.
  • Memiliki tujuan yang sama dimana untuk mencari kebaikan dan menggali potensi optimal yang dimiliki oleh anak.
  • Sama- sama memiliki fungsi sebagai pengantar anak- anak pada tujuan pendidikan, memiliki modal intelektual, mental, dan spiritual yang memadai untuk menghadapi masa depan dengan penuh harapan.

Nah, bila kita sudah mengerti sedikit mengenai persamaan dari kedua model pembelajaran ini. Berikut ini perbedaan dari kedua model pembelajaran ini.

  1. System pendidikan
    Sekolah formal menggunakan standar yang disesuaikan oleh lembaga sekolah dan juga departemen pendidikan nasional.
    Homeschooling lebih bertujuan kepada kebutuhan anak dan kondisi keluarga untuk mengembangkan potensinya.
  1. Fasilitas pembelajaran
    Sekolah formal memiliki fasilitas yang lengkap dan bisa dibilang memadai untuk tumbuh kembang anak, seperti perpustakaan, lab bahasa maupun sains, lapangan untuk berolahraga dan fasilitas pendukung lainnya.
    Berbeda dengan model homeschooling yang lebih prefer kepada fasilitas yang ada dirumah, semua tergantung dengan kelengkapan dari fasilitas rumah itu sendiri.
  1. Kurikulum
    Sekolah formal memiliki kurikulum yang ketat karena sudah menjadi rancangan dari lembaga sekolahan dan juga departemen pendidikan nasional. Beda halnya dengan homeschooling yang memiliki kurikulum yang fleksibel sehingga bisa disesuaikan dengan bakat dan minat anak itu sendiri.

Kelebihan dan Kekurangan Homeschooling

Homeschooling merupakan alternatif belajar selain disekolah, biasanya homeschooling dilakukan oleh orang tua yang ingin tanggung jawab anaknya bisa penuh ada ditangannya. Sehingga proses pendidikan anaknya bisa terus dipantau, dengan bantuan guru professional dan menggunakan system sekolah biasanya.

Walaupun orang tua menjadi penanggung jawab utama dengan homeschooling, tetapi pendidikan homeschooling tidak hanya dan tidak harus dilakukan sendiri. Selain melakukan sendiri, orang tua dapat mengundang guru, mendaftarkan anak dalam kursus, melibatkan anak-anak pada proses magang, atau kegiatan lainnya. Untuk anda yang ingin mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan dengan menggunakan homeschooling.

Kelebihan

  1. Sesuai kebutuhan anak dan kondisi keluarga dalam pengaplikasiannya.
  2. Lebih memberikan peluang untuk kemandirian anak, serta meningkatkan kreativitas individual yang tak bisa didapatkan di dalam sekolah pada umumnya.
  3. Memaksimalkan potensi anak sejak usia dini tanpa harus mengikuti standar waktu yang biasanya ditetapkan di dalam sekolah umum.
  4. Lebih siap untuk menghadapi kehidupan nyata, karena proses pembelajaran berdasarkan kepada kegiatan disekitar yang dilakukan sehari- hari.
  5. Pertumbuhan anak bisa benar- benar diawasi sehingga terhindar dari pergaulan yang menyimpang, kemungkinan besar pergaulan bebas bisa dihindari sehingga drug, tawuran, pornografi, dan mencontek bisa diminimalisir.
  6. Pergaulan dengan orang tua yang berbeda umur akan mudah didapat oleh pengguna system homeschooling
  7. Biaya yang digunakan untuk pendidikan bisa disesuaikan dengan kondisi orang tua.

Kekurangan

  1. Butuh komitmen dan keterlibatan orang tua pada saat dilakukannya pembelajaran homeschooling.
  2. Sosialisasi seumur relative rendah, sehingga anak sedikit tidak terekspose. Komunikasi yang sedikit sulit dengan anak seumuran Karena jarangnya ada interaksi social.
  3. Kurang bisa untuk bekerja dengan tim, karena jarangnya interaksi social, dalam organisasi, ataupun dalam kepemimpinan agak sedikit kurang.
  4. Perlindungan orang tua yang berlebih membuat anak sukar untuk bisa menyelesaikan masalah yang kompleks atau masalah yang tak terprediksi di kehidupan nyata.

Memang dengan kelebihan dan kekurangan yang dipaparkan, semua jenis pembelajaran bertujuan untuk kebaikan sang anak.

Andalah sebagai orang tua yang bisa menentukan apa baiknya yang bisa didapatkan oleh anak anda dalam pembelajaran, ada baiknya anda memikirkan matang- matang sebelum menentukan untuk mengambil proses pembelajaran homeschooling. Pastikan anda menentukan yang terbaik untuknya dan dengan kondisi keluarga anda.

Semoga artikel diatas bisa membuat anda referensi dalam menentukan pendidikan seperti apa pada anak anda nantinya.