Tagline Baru Di Ulang Tahun Ke 5 Homeschooling Pena

H omeschooling Pena telah melewati masa-masa kecilnya, Karena di Bulan Oktober ini adalah hari ulang tahunnya; 5th Anniversary Homeschooling Pena ; Tepatnya pada tanggal 05 Oktober 2013, 5 tahun yang lalu Homeschooling Pena resmi didirikan. Adalah Bapak Supriadi, S. Pd., M.M., seorang figur yang berperan penting dalam inisiasi pendirian Lembaga ini, Beliau adalah CEO sekaligus Founder Homeschooling Pena. Walaupun usianya tergolong belia, baru berusia lima Tahun namun Homeschooling Pena telah terbukti sangat berdedikasi dalam peran sertanya memajukan pendidikan di Indonesia terutama di Kota Surabaya. Dalam lima Tahun berkecimpung di ranah pendidikan non formal, Homeschooling Pena sudah banyak mengukir prestasi gemilang, Banyak penghargaan sudah diraih dengan luar biasa, baik di tingkat Kota Surabaya, di tingkat Provinsi Jawa Timur dan di tingkat Nasional. Klik disini untuk melihat Prestasi dan Penghargaan Homeschooling Pena.

 


Di ulang tahun yang ke lima ini, Homeschooling Pena merayakan dengan acara yang  sederhana dan penuh kebersamaan. Kantor Homeschooling Pena yang berlokasi di Jalan Ketintang Baru III No. 03 Surabaya itu terlihat sangat ramai siang itu. Ada banyak Peserta Didik, Beberapa Orangtua, Para Tutor dan beberapa rekanan Homeschooling Pena mengikuti acara ‘Tumpengan 5th Anniversary’ yang digelar sebagai ungkapan syukur terhadap Allah SWT; Tuhan YME dan memberi ‘Ucapan Selamat’; atas segala prestasi dan anugerah yang telah dikaruniakan dengan luar biasa. Acara ulang tahun dimulai dengan menyanyikan lagu ulang tahun dan tiup lilin Anniversary dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Tumpeng pertama dipotong dan diberikan kepada Pena Parents Club oleh Bapak Supriadi. Pena Parents Club ini adalah Paguyuban Orangtua Peserta Didik Homeschooling Pena yang banyak berkontribusi membantu setiap pelaksanaan kegiatan-kegiatan Homeschooling Pena baik yang dilaksanakan di dalam maupun di luar sekolah. Tumpeng berikutnya diberikan kepada rekanan Homeschooling Pena; STIE IBMT Surabaya, Bank Mandiri, HRV Club Indonesia Region Jatim, dan kerabat  yang hadir saat itu.

 

U sai menikmati makan siang bersama sembari bincang santai acara tumpengan ulang tahun ke lima Homeschooling Pena, Pak Adie; sapaan akrab Founder mencanangkan tagline baru untuk usia lima tahun lembaga; ‘Hand In Hand We Learn In Different Way’. Tag line baru ini tentunya untuk semangat yang baru pula. Acara tumpengan diakhiri dengan pelapasan lima ekor burung merpati. Pelepasan burung itu  sebagai simbol dari lima Tahun hebat Homeschooling Pena dalam berperan serta turut mencerdaskan kehidupan Bangsa Indonesia; membantu Dinas terkait dalam hal ini Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia; Dinas Pendidikan Kota Surabaya dalam meberikan layanan pendidikan yang  layak untuk warga Kota Surabaya. Semoga Homeschooling Pena terus bisa berprestasi dan semakin lebih baik di masa-masa mendatang, semoga selalu menjadi Pena Emas yang mencerdaskan Bangsa Indonesia.

 

SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE 5 HOMESCHOOLING PENA (Admin HS. Pena)

 

Field Trip Homeschooling Pena 2018

H omeschooling Pena membuat konsep kegiatan belajar di luar kelas; Out Door Activities sebagai  implementasi pendidikan karakter dan sebagai sarana sosialisasi. Salah satunya Field Trip yang konsepnya learning by doing; Belajar  langsung dengan kondisi atau lingkungan riil. Kegiatan Field Trip kali ini dilaksanakan pada hari Senin, 03 September 2018 di PT Yakult Ngoro dan Museum Trowulan Mojokerto.

Pagi itu, Dengan penuh semangat Kami berkumpul tepat pukul 08.00 WIB di KFC A. Yani Surabaya untuk berangkat bersama teman-teman dan para guru. Tepat pukul 09.00 WIB Kami menuju Bus. Setelah berdoa bersama, Kami memulai perjalanan menuju lokasi pertama ke PT Yakult Ngoro Mojokerto. Dalam perjalanan Kami menikmati makanan ringan yang telah di sediakan dari Sekolah. Kami sangat senang dan bersemangat sekali mengikuti kegiatan ini. Kami saling bercrengkrama dengan teman-teman yang lain Selma salami perjalanan, Karena Kami mengerti ini women dimana Kami harus belajar bersosialisasi.

Tepat pukul 11.00 WIB, Kami tiba di PT. Yakult Ngoro Mojokerto setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam dari Surabaya. Kami harus menunggu beberapa saat sebelum akhirnya Kami dibawa ke sebkha ruangan besar dimana Kami mendapat edukasi tentang semua proses di Perusahaan ini.

Namun sayang sekali selama di dalam ruangan pengolahan dan produksi kita semua dilarang untuk memotret ataupun mengambil video. Kami mengerti memang ini standar aturan Perusahaan yang harus Kami patuhi. Banyak sekali pengetahuan dan pengalaman baru yang Kami dapatkan disini, yang awalnya hanya tahu minuman Yakult melalui iklan Televisi dan sudah terkemas di Swalayan sekitar, sekarang Kami sudah mengetahui bagaimana proses pengolahan Yakult dari pengembangan bakteri baiknya, proses fermentasinya, proses pengisian Yakult ke botol kemasannya, proses filter packing Yakult jika ada kemasan yang rusak sedikitpun harus di sisihkan, hingga proses pemasaran Yakult di seluruh Dunia. Ternyata manfaat dan mutu Yakult memang sangat bagus dan steril, seht dan aman nutum dikonsumsi.

Setelah melihat prosesnya, Kami di ajak menuju suatu ruangan untuk melihat kilas balik PT Yakult melalui layar proyektor. Disini kitaa diperbolehkan mengambil gambar untuk dokumentasi karna sudah tidak di ruangan produksi. Setelah menyaksikan tayangan tersebut, kami semua memasuki sesi tanya jawab mengenai manfaat dan keamanan Yakult jika diminum lebih dari 1 botol dalam sehari baik atau tidak untuk tubuh kita ? Banyak dari orang awam masih
salah presepsi mengenai hal ini. Ternyata setelah dijelaskan Yakult aman dikonsumsi berapa botol pun sehari, karena yang lebih penting manfaat untuk tubuh ketika kita mengkonsumsi Yakult rutin setiap hari bukan seberapa banyak
dalam sehari.

Setelah mendapatkan banyak pelajaran disini, Kamipun mengakhiri kegiatan kunjungan di PT. Yakut dengan berfoto bersama dengan perwakilan Manajemen PT Yakult Ngoro Mojokerto.

P erjalanan kami lanjutkan menuju destinasi kedua yaitu Museum Trowulan Mojokerto, dari Pt Yakult ke Museum Trowulan hanya dibutuhkan jarak tempuh sekitar 1 jam. Setibanya di Museum Trowulan Kami semua istirahat dan makan siang bersama terlebih dahulu sebelum masuk ke Museum Trowulan. Dimulai dari penjelasan mengenai Kehidupan Masa Majapahit. Lalu peninggalan-peninggalan bersejarah dan patung-patung pada zaman dahulu. Kami mendapat banyak sekali pengetahuan dan ilmu mengenai Kerajaan Majapahit sehingga Kami bisa mengerti dan memahami bahwa sebelum Kemerdekaan juga ada kehidupan pada zaman pra-aksara.

Banyak sekali pengetahuan baru yang Kami dapat melalui kegiatan Field Trip ini. Ini Kegiatan yang sangat positif Tidak hanya belajar, Kami juga bisa demain bersosialisasi. Sudah tidak sabar untuk mengikuti kegiatan berikutnya. Homschooling Pena… Kereennnn… (Ardelia Nabilah Syarlita; Kelas X IPS)

Langkah-Langkah Memulai Pembelajaran Homeschooling

Masih banyak sekali pertanyaan yang muncul dari kalangan masyarakat yang hendak menginginkan melakukan metode pembelajaran homeschooling pada anaknya, rata- rata mereka yang menanyakan hal tersebut adalah orang yang pertama kali atau orang yang baru akan melakukan metode ini.

belajar di rumahSaat anda hendak memutuskan untuk menggunakan metode ini, berikut ini beberapa cara praktis yang patut anda simak agar anda tak kesulitan saat akan memulai homeschooling.

  1. Gunakan waktu sebanyak mungkin untuk mengamati anak anda saat belajar dan bermain.Perhatikan dengan seksama cara belajar dan bermain mereka, sehingga anda bisa menemukan apa yang menjadi bakat dan minat mereka. Anda bisa memikirkan kegiatan seperti apa yang bisa anda gunakan untuk mengembangkan bakatnya tersebut, untuk membantu menemukannya anda bisa sembari membicarakan tentang topic- topic yang menyinggung kegiatan tersebut.
  1. Beri kesempatan untuk anak anda menentukan keputusan dan membuat pilihan kegiatan yang ingin dilakukan.Dia akan menentukan pilihan mereka dan itu akan membuat dirinya senang saat belajar, sembari anda juga bisa mengembangkan potensi dalam dirinya. Setiap anak memiliki hal yang tak disenangi, pikirkan pula caranya agar anda bisa mengubah cara pikirnya sehingga anda bisa melakukan pendekatan padanya.
  1. Usahakan untuk melibatkan keluarga besar atau teman dekat dalam kegiatan belajar dirumah.Ini akan membuat dirinya tertarik pada kegiatan yang anda buat dan bersenang- senang bersama orang- orang yang berarti baginya. Selain hal itu, anda akan juga mendapatkan banyak dukungan dari orang- orang yang anda cintai untuk kegiatan belajar di rumah yang anda terapkan.
  1. Berilah sedikit hal atau kegiatan yang bertujuan untuk menekankan nilai- nilai keluarga pada anak anda.Anda bisa mengembangkan nilai kekeluargaan pada anak anda dengan mengajaknya melakukan berbagai macam aktifitas. Seperti membuat kue, membuat kartu, melukis, memetik bunga, atau mengajarkan untuk memberi sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan. Sehingga jiwa sosialnya juga bisa muncul pada diri sang anak.
  1. Apabila anda mengeluarkan anak anda dari sekolah, anda harus mempersiapkan terlebih dahulu keadaan homeschoolingnya sehingga adaptasi sang anak bisa cepat dan malah tidak mengganggu belajarnya.

Bila perlu mintalah bantuan kepada teman atau anggota keluarga anda untuk membantunya menjalani masa transisinya dari yang dulunya belajar di sekolah berubah ke belajar di rumah. Anda bisa merencanakan sebuah kegiatan untuk menarik kemauan anak anda dengan melakukan kegiatan yang tak mungkin bisa didapatkan di sekolahnya.

Tentunya peran orang tua sangat diperlukan dalam melakukan system homeschooling, karena sang orangtualah yang berperan dalam mendidik anaknya. Bila anda merasa diri anda tidak mampu untuk melakukan pengajaran langsung kepada anak anda, anda bisa meminta bantuan guru privat atau tenaga profesional untuk melakukannya. Tentunya dibawah pengawasan anda agar tak ada hal yang salah dalam metode pembelajarannya.

Semarak Pekan Lomba Agustus Homeschooling Pena 2018

P eringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang ke 73 pada tahun 2018 ini diwarnai dengan keseruan lomba-lomba Agustusan dimana-mana termasuk di Homeschooling pena. Hari kemerdekaan merupakan tonggak sejarah perjuangan bangsa yang harus terus kita pertahankan. Maka sudah sepatutnya kita sebagai Bangsa Indonesia mengenang jasa-jasa pahlawan kita yang sudah membela bangsa Indonesia di dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia dengan  turut serta memeriahkan pesta kemerdekaan ini.

Homeschooling Pena punya cara tersendiri dalam mengemas event lomba Agustusan yang sudah menjadi event annual; diselenggarakan setiap tahun. Peserta Didik Homeschooling Pena  wajib berpartisipasi dalam memperingati Peraayaan HUT Kemerdekaan RI yang ke-73 dengan mengikuti berbagai macam perlombaan yang diadakan oleh Sekolah yang diselenggarakan pada setiap hari Senin selama Bulan Agustus. Tahun ini lomba-lomba diselenggarakan dengan konsep outdoor di Taman Bungkul Surabaya sebagai implementasi konsep pendidikan karakter; yakni menanamkan jiwa nasionalisme dengan tujuan utama memberi kesempatan untuk bersosialisasi. Berikut lomba-lomba yang dihelat diantaranya yaitu :

  1. Lomba Lari Karet Estafet
    Karet di taruh di sedotan peserta pertama kemudian karet didistribusikan secara estafet ke peserta kedua yang juga membawa sebuah sedotan, lalu ke peserta ketiga, selanjutnya di masukkan ke dalam wadah. Kesabaran, keuletan dan kekompakkan sangat diperlukan dalam permainan ini, karena jika terlalu terburu karet akan jatuh dan permainan harus di mulai dari awal lagi.
  2. Lomba Memasukkan Paku dalam Botol
    Paku diikat dengan seutas tali kemudian dililitkan di pinggang dan peserta lomba berusaha memasukkan paku tersebut ke dalam botol. Diperlukan fokus dan keseimbangan untuk menjaga paku tidak bergoyang-goyang dan kemampuan memperkirakan ujung paku masuk dalam mulut botol sangat diperlukan.
  3. Makan Krupuk
    Dalam lomba ini para peserta berusaha memakan kerupuk yang digantung di atas tali yang ditempatkan di atas kepala para pemain. Tujuan permainan adalah menghabiskan kerupuk yang digantung dan pemenangnya adalah yang berhasil menghabiskannya pertama kali. Makan kerupuk tentu saja mudah, tapi coba lakukan dengan tangan yang diikat di belakang dan tak boleh digunakan untuk membantu memegang krupuk yang bergoyang-goyang.
  4. Mengapit Balon
    Balon diapit dengan kedua kaki oleh peserta pertama dan perjalan menuju peserta kedua dengan saling berpegangan dan tanpa meyentuh balon mereka berusaha memindahkan balon tersebut ke peserta selanjutnya, sampai ke peserta teraakhir yaitu peserta keempat yang akan berjalan mengapit balon menuju garis finish.
    Permainan ini tentunya dibutuhkan kekompakan dan kerjasama Tim dan juga keseimbangan karena jika tidak maka balon akan terjaatuh dan permainan harus diulang dari awal.
  5. Membaca Teks Proklamasi
    Lomba ini diikuti oleh peserta secara individu, mereka membacakan Teks Proklamasi di depan publik; teman teman, Orangtua dan Panitia lomba. Tujuan diadakannya perlombaan ini adalah agar  setup peserta didik berani tampil di depån mum dan bisa mengenang sera menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan Kemerdekaan Bangsa Indonesia.
  6. Mewarnai dan Menggambar Topi Contong
    Peserta Didik menggambar di kertas manila yang sudah dibentuk berupa topi kerucut dengaan tema “Perjuangan” sesuai dengan kreasi mereka masing-masing. Kemudian setelah digambar mereka memberikan warna pada gambar yang Sudan dibuat.
    Pelajaran yang di dapatkan yaitu mereka bisa menggambarkan bagaimana dan apa saja peralataan serta keadaan ketika pada jaman perjuangan dahulu sebelum merdeka. Tujuannya adalah menanamkan rasa syukur akan anugerah kemerdekaan ini.
  7. Menangkap Belut
    Lomba ini diikuti oleh peserta secara individu, dengan memindahkan belut satu persatu menggunakan tangan kosong dan berlari dari wadah satu ke wadah lainnya. Penilaian dilakukan berdasarkan siapa paling cepat memindahkan belut sebanyak 2 ekor ke dalam wadah lainnya.
    Tentunya permainan ini sangat membutuhkan ketangkasan dan keberanian karena tekstur belut yang sangat licin ditambah dengan gerakannya yang sangat aktif maka peserta harus bisa cepat dan tepat dalam memindahkan belutnya.

P esan moral dari kegiatan lomba-lomba Agustusan ini adalah ‘Kemerdekaan tidak diraih dengan gratis, tapi dengan perjuangan keras berdarah-darah. Sudah sepatutnya generasi muda Bangsa Indonesia bisa menghargai arti kemerdekaan ini dengan mengisi dengan hal-hal positif dan prestasi-prestasi membanggakan’. Masih ada banyak lagi lomba yang mereka ikuti lainnya. Para Peserta didik sangat senang dan sangat bersemangat mengikuti setiap perlombaan. Tentunya Homeschooling Pena akan memberikan apresiasi dan hadiah kepada semua peserta lomba dan para pemenang yang akan diberikan pada kegiatan Outbond di awal Semester II 2018/2019 nanti.

DIRGAHAYU INDONESIAKU… JAYALAH SELALU