Kiat-kiat Menumbuhkan Tanggungjawab Pada Anak

Sebagai orangtua tentunya disibukkan dengan beberapa pekerjaan rumah. Saat itu pula pengawasan terhadap anak tidak bisa dilakukan dengan maksimal.  Pernahkah anda melihat  buah hati memecahkan perabotan rumah atau membuat isi rumah berantakan ? Situasi seperti ini merupakan hal yang wajar, jadi orangtua tidak seharusnya marah terhadap buah hati anda. Namun tidak bisa dipungkiri, kadang orangtua salah menyikapi hal tersebut sehingga mereka memberikan konsekuensi yang tidak sepadan dengan kesalahan anak.

Sebenarnya tujuan orangtua baik yaitu menjadikan anak sebagai pribadi yang disiplin, tetapi  tindakan yang mereka pilih salah, misalnya dengan melakukan perintah-perintah yang menggunakan nada tinggi. Tanpa disadari hal tersebut mampu menyakiti perasaan buah hati anda sehingga mereka enggan melakukan perintah dari orangtua. Dalam memberikan konsekuensi pada anak, seharusnya menggunakan prinsip yang sehat, tanpa harus menyakiti perasaan atau mengurangi harga diri anak.  Berikut ini beberapa langkah dalam memberikan konsekuensi terhadap anak:

  1. Terpusat Pada Permasalahan yang Dilakukan

Terpusat pada permasalahan yang dimaksud yaitu fokus terhadap kesalahan yang dilakukan oleh anak tanpa mengkaitkan dengan hal-hal disekitar yang tidak bersangkutan. Misalnya ketika anak menjatuhkan gelas, maka konsekuensi yang tepat adalah membersihkan pecahan-pecahan gelas tersebut hingga bersih tanpa tersisa satu keping kaca gelas dengan jangka waktu yang sudah ditentukanoleh orang tua sehingga anak mampu menyepakati pekerjaan tersebut. Pentingnya kesepakatan waktu ini yaitu untuk mendidik anak agar menghargai waktu dan tepat dalam menyelesaikan tanggung jawabnya.

Orangtua sebaiknya menghindari konsekuensi yang tidak berkaitan dengan kesalahan anak, misalnya orangtua tidak mengizinkan anak bermain dengan teman sebayanya atau mereka tidak diberikan uang jajan ketika pergi kesekolah. Jangan sekali-kali melampiaskan kekesalan anda terhadap buah hati yang dapat memperpanjang masalah sehingga berhubungan dengan konsekuensi yang ditanggungnya.. Saat orangtua fokus pada masalah yang terjadi, maka mudah bagi anak untuk mengetahui letak kesalahan mereka

2 Masuk Akal dan Wajar

Perkembangan anak tentunya menjadi tanggungjawab besar bagi orangtua,  sehingga orangtua perlu melakukan pengawasan yang ketat.  Melihat perkembangan anak yang berbeda, maka orangtua harus memberikan konsekuensi yang sepadan dengan usia dan kemampuan anak. Anak yang berusia 7 tahun tentunya memiliki kemampuan yang berbeda dengan anak yang berusia 5 tahun, maka dari itu sebelum melakukan suatu pekerjaan harusnya orangtua memberikan contoh terlebih dahulu pada anak.

Selain memberikan contoh, hal lain yang dapat dilakukan yaitu memberikan bantuan pada anak. Maksud dari membantu disini yaitu ikut menyelesaikan konsekuensi yang sedang dikerjakan. Misalnya orangtua turut serta membersihkan pecahan gelas yang jatuh. Membantu anak dalam menyelesaikan pekerjaan ini dapat berpengaruh pada emosional anak sehingga tercipta kedekatan antara orangtua dengan anak.

3 Kesalahan adalah Pengalaman Belajar Anak

Konsekuensi bertujuan untuk  memberikan pengalaman belajar  dari kesalahan yang terjadi dimana dari hal yang tidak paham menjadi paham. Sebelum konsekuensi dilaksanakan, seharusnya orangtua memberikan pemahaman terhadap anak mengenai tindakan yang benar dan yang salah.

Jika orangtua sudah memberikan informasi, namun anak tetap melanggar maka konsekuensi bisa dilaksanakan. Konsekuensi merupakan sarana untuk mempertegas perilaku bahwa jika terjadi kesalahan maka harus bertanggungjawab pada perbuatan yang telah dilakukan sehingga harus diperbaiki.  Konsekuensi bukanlah sarana bagi orangtua untuk melampaskan kekesalan mereka. Orangtua tidak boleh mengungkit-ungkit kesalahan yang telah terjadi, justru hal yang harus dilakukan adalah memberikan pemahaman mengenai perilaku yang baik. Misalnya memberikan penjelasan yang benar dalam bertindak. Setelah anak menyelesaikan konsekuensinya, sebaiknya orangtua sudah tidak membicarakannya kembali.

4 Menjaga Harga Diri

Orangtua sebaiknya menghindari berperilaku kasar misalnya berkata menggunakan nada tinggi,membentak, bahkan memaki anak. Hal ini tidak boleh dilakukan didepan anak maupun didepan kalayak umum, karena dapat menyakiti perasaan anak sehingga bisa merusak harga dirinya. Apabila orangtua sudah menjalankan kesepakatan dan aturan dengan anak, maka perilaku mereka akan terbentuk dengan baik. Begitupun jika mereka membuat suatu kesalahan, maka mereka akan bertanggungjawab menanggung konsekuensi yang telah disepakati.

 Jika anda sudah memiliki aturan dan konsekuensi yang jelas keteraturan dan disiplin anak akan terbentuk dengan baik. Contoh kecilnya yaitu seperti dijalan raya, ketika lampu merah maka mereka akan berhenti mengikuti rambu-rambu lalu lintas. Konsekuensi yang ditanggung apabila mereka tetap berjalan yaitu tertabrak kendaraan. Jadi, pemberian konsekuensi dari orangtua haruslah jelas tanpa menurunkan harga diri anak dilingkungannya.

Sumber: Homeschooling Pena

Aspek Penting Yang Harus Di Tanamkan Pada Buah Hati

Sebagai orangtua, memenuhi kebutuhan buah hati merupakan hal yang sudah menjadi kewajiban. Selain itu orang tua adalah figur pertama yang di contohnya dalam melakukan segala hal dari mulai cara berbicara, memberinya pengetahuan sebelum mereka mengenal dunia luar, bahkan ada beberapa aspek yang perlu orang tua ketahui dalam mendidik buah hati.

Berikut adalah aspek yang harus di tanamkan pada buah hati:

1. Disiplin

Melalui disiplin buah hati diajarkan tentang bagaimana berperilaku dengan cara-cara yang sesuai dengan standar kelompok sosialnya. Maka jelaslah bahwa orang tua adalah orang pertama yang bertanggung jawab terhadap pembentukan perilaku moral buah hatinya di rumah. Kesalahan atau ketidakketatan dalam penanaman kedisiplinan sangat besar pengaruhnya terhadap pembentukan  perilaku buah hati. Sedangkan penanaman disiplin yang tepat akan menghasilkan terbentuknya perilaku moral yang baik atau positif bagi buah hati kita.

2. Jujur

Ada 2 sikap jujur yang harus di terapkan pada buah hati, dalam perkataan yang berarti tidak boleh berbohong tentang perkataan atau perbuatan, misalnya; mengakui kesalahan baik disengaja maupun tidak, anak yang jujur berarti tidak takut menerima akibat perbuatannya; berkata jujur adalah menceritakan kejadian yang sebenarnya; berkata jujur harus dibarengi tindakan yang benar, misal anak mengatakan baju temannya jelek, rumah itu jelek. Tentu jujur di sini tidak tepat. Hendaknya buah hati kita diajarkan berkata hal yang sebenarnya dalam konteks yang sesuai.

Selanjutnya jujur dalam perbuatan yaitu jujur berbuat yang benar, misalnya; saling mengasihi, berbagi, dan tolong menolong; tidak melanggar peraturan; tidak mencontek; tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas, tidak bertindak curang dengan menyerobot antrian; tidak mengambil barang yang bukan miliknya, jujur dengan tidak melakukan perbuatan yang salah untuk mencapai tujuan, misalnya; menyuap.

Orang tua sangat berperan penting terhadap tumbuh kembang dan perilaku buah hati. Menanamkan sikap jujur harus dimulai sedini mungkin karena usia dini adalah usia emas yang sangat baik untuk menanamkan kepribadian. Pembelajaran dari pengalaman yang di dapat juga akan lebih cepat tersimpan dalam memori buah hati yang nantinya akan memengaruhi kepribadiannya hingga dewasa.

3. Tanggung jawab

“Learning by doing” adalah suatu metode pembelajaran yang mengajak buah hati belajar dengan cara melakukan. Kelebihan metode ini adalah buah hati diajarkan banyak hal dengan lebih melibatkan mereka untuk melakukan sesuatu sesuai dengan materi apa yang dipelajari. Sehingga tugas orang tua hanyalah mengamati dan membimbing. Ada kalanya membiarkan mereka melakukan kesalahan, supaya mereka bisa belajar dari kesalahan mereka sendiri. Agar mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri serta bertanggung jawab. Biarkan mereka menenteng tas sendiri, membuka pintu sendiri, dan mengerjakan tugas-tugas mereka sendiri.

Misalnya, mendapatkan tugas yang sulit dari guru. Sebagai orang tua, anda tidak boleh langsung mengajarinya, apalagi mengambil alih tugas anak untuk dikerjakan orang tua. Biarkan mereka merasakan berada di situasi yang sulit, dan tugas orang tua adalah membimbing, mengarahkan, serta menyemangati.

4. Menghormati orang lain

Empati merupakan salah satu faktor penting dalam membangun rasa toleran dan belas kasih. Anak yang memiliki empati, selalu berusaha memahami kebutuhan orang lain sehingga memiliki kepedulian untuk membantu orang lain yang memiliki masalah. Oleh karenanya akan sulit jika menghargai dan menghormati tanpa memiliki empati.

Untuk menanamkan empati pada anak dapat dilakukan dengan cara menjalin hubungan yang positif dan kepedulian kepada mereka. Sehingga ketika kita melihat si kecil berkata kasar atau mencela orang lain melalui kata-kata atau perilaku, maka orangtua bisa menjelaskan pada mereka bagaimana perasaan orang lain yang terluka karena kata-kata atau perilakunya. Orang tua juga mesti fokus pada perasaan, bukan tindakan.

Buah hati anda akan melihat bagaimana perilaku anda dalam kehidupan sehari-hari. Apapun yang anda lakukan, itu akan ditiru oleh buah hati anda dan apapun yang dilakukan anak itu merupakan cerminan dari diri anda maka jadilah contoh yang baik bagi anak. (adm_hspena)

Tagline Baru Di Ulang Tahun Ke 5 Homeschooling Pena

H omeschooling Pena telah melewati masa-masa kecilnya, Karena di Bulan Oktober ini adalah hari ulang tahunnya; 5th Anniversary Homeschooling Pena ; Tepatnya pada tanggal 05 Oktober 2013, 5 tahun yang lalu Homeschooling Pena resmi didirikan. Adalah Bapak Supriadi, S. Pd., M.M., seorang figur yang berperan penting dalam inisiasi pendirian Lembaga ini, Beliau adalah CEO sekaligus Founder Homeschooling Pena. Walaupun usianya tergolong belia, baru berusia lima Tahun namun Homeschooling Pena telah terbukti sangat berdedikasi dalam peran sertanya memajukan pendidikan di Indonesia terutama di Kota Surabaya. Dalam lima Tahun berkecimpung di ranah pendidikan non formal, Homeschooling Pena sudah banyak mengukir prestasi gemilang, Banyak penghargaan sudah diraih dengan luar biasa, baik di tingkat Kota Surabaya, di tingkat Provinsi Jawa Timur dan di tingkat Nasional. Klik disini untuk melihat Prestasi dan Penghargaan Homeschooling Pena.

 


Di ulang tahun yang ke lima ini, Homeschooling Pena merayakan dengan acara yang  sederhana dan penuh kebersamaan. Kantor Homeschooling Pena yang berlokasi di Jalan Ketintang Baru III No. 03 Surabaya itu terlihat sangat ramai siang itu. Ada banyak Peserta Didik, Beberapa Orangtua, Para Tutor dan beberapa rekanan Homeschooling Pena mengikuti acara ‘Tumpengan 5th Anniversary’ yang digelar sebagai ungkapan syukur terhadap Allah SWT; Tuhan YME dan memberi ‘Ucapan Selamat’; atas segala prestasi dan anugerah yang telah dikaruniakan dengan luar biasa. Acara ulang tahun dimulai dengan menyanyikan lagu ulang tahun dan tiup lilin Anniversary dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Tumpeng pertama dipotong dan diberikan kepada Pena Parents Club oleh Bapak Supriadi. Pena Parents Club ini adalah Paguyuban Orangtua Peserta Didik Homeschooling Pena yang banyak berkontribusi membantu setiap pelaksanaan kegiatan-kegiatan Homeschooling Pena baik yang dilaksanakan di dalam maupun di luar sekolah. Tumpeng berikutnya diberikan kepada rekanan Homeschooling Pena; STIE IBMT Surabaya, Bank Mandiri, HRV Club Indonesia Region Jatim, dan kerabat  yang hadir saat itu.

 

U sai menikmati makan siang bersama sembari bincang santai acara tumpengan ulang tahun ke lima Homeschooling Pena, Pak Adie; sapaan akrab Founder mencanangkan tagline baru untuk usia lima tahun lembaga; ‘Hand In Hand We Learn In Different Way’. Tag line baru ini tentunya untuk semangat yang baru pula. Acara tumpengan diakhiri dengan pelapasan lima ekor burung merpati. Pelepasan burung itu  sebagai simbol dari lima Tahun hebat Homeschooling Pena dalam berperan serta turut mencerdaskan kehidupan Bangsa Indonesia; membantu Dinas terkait dalam hal ini Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia; Dinas Pendidikan Kota Surabaya dalam meberikan layanan pendidikan yang  layak untuk warga Kota Surabaya. Semoga Homeschooling Pena terus bisa berprestasi dan semakin lebih baik di masa-masa mendatang, semoga selalu menjadi Pena Emas yang mencerdaskan Bangsa Indonesia.

 

SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE 5 HOMESCHOOLING PENA (Admin HS. Pena)

 

Field Trip Homeschooling Pena 2018

H omeschooling Pena membuat konsep kegiatan belajar di luar kelas; Out Door Activities sebagai  implementasi pendidikan karakter dan sebagai sarana sosialisasi. Salah satunya Field Trip yang konsepnya learning by doing; Belajar  langsung dengan kondisi atau lingkungan riil. Kegiatan Field Trip kali ini dilaksanakan pada hari Senin, 03 September 2018 di PT Yakult Ngoro dan Museum Trowulan Mojokerto.

Pagi itu, Dengan penuh semangat Kami berkumpul tepat pukul 08.00 WIB di KFC A. Yani Surabaya untuk berangkat bersama teman-teman dan para guru. Tepat pukul 09.00 WIB Kami menuju Bus. Setelah berdoa bersama, Kami memulai perjalanan menuju lokasi pertama ke PT Yakult Ngoro Mojokerto. Dalam perjalanan Kami menikmati makanan ringan yang telah di sediakan dari Sekolah. Kami sangat senang dan bersemangat sekali mengikuti kegiatan ini. Kami saling bercrengkrama dengan teman-teman yang lain Selma salami perjalanan, Karena Kami mengerti ini women dimana Kami harus belajar bersosialisasi.

Tepat pukul 11.00 WIB, Kami tiba di PT. Yakult Ngoro Mojokerto setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam dari Surabaya. Kami harus menunggu beberapa saat sebelum akhirnya Kami dibawa ke sebkha ruangan besar dimana Kami mendapat edukasi tentang semua proses di Perusahaan ini.

Namun sayang sekali selama di dalam ruangan pengolahan dan produksi kita semua dilarang untuk memotret ataupun mengambil video. Kami mengerti memang ini standar aturan Perusahaan yang harus Kami patuhi. Banyak sekali pengetahuan dan pengalaman baru yang Kami dapatkan disini, yang awalnya hanya tahu minuman Yakult melalui iklan Televisi dan sudah terkemas di Swalayan sekitar, sekarang Kami sudah mengetahui bagaimana proses pengolahan Yakult dari pengembangan bakteri baiknya, proses fermentasinya, proses pengisian Yakult ke botol kemasannya, proses filter packing Yakult jika ada kemasan yang rusak sedikitpun harus di sisihkan, hingga proses pemasaran Yakult di seluruh Dunia. Ternyata manfaat dan mutu Yakult memang sangat bagus dan steril, seht dan aman nutum dikonsumsi.

Setelah melihat prosesnya, Kami di ajak menuju suatu ruangan untuk melihat kilas balik PT Yakult melalui layar proyektor. Disini kitaa diperbolehkan mengambil gambar untuk dokumentasi karna sudah tidak di ruangan produksi. Setelah menyaksikan tayangan tersebut, kami semua memasuki sesi tanya jawab mengenai manfaat dan keamanan Yakult jika diminum lebih dari 1 botol dalam sehari baik atau tidak untuk tubuh kita ? Banyak dari orang awam masih
salah presepsi mengenai hal ini. Ternyata setelah dijelaskan Yakult aman dikonsumsi berapa botol pun sehari, karena yang lebih penting manfaat untuk tubuh ketika kita mengkonsumsi Yakult rutin setiap hari bukan seberapa banyak
dalam sehari.

Setelah mendapatkan banyak pelajaran disini, Kamipun mengakhiri kegiatan kunjungan di PT. Yakut dengan berfoto bersama dengan perwakilan Manajemen PT Yakult Ngoro Mojokerto.

P erjalanan kami lanjutkan menuju destinasi kedua yaitu Museum Trowulan Mojokerto, dari Pt Yakult ke Museum Trowulan hanya dibutuhkan jarak tempuh sekitar 1 jam. Setibanya di Museum Trowulan Kami semua istirahat dan makan siang bersama terlebih dahulu sebelum masuk ke Museum Trowulan. Dimulai dari penjelasan mengenai Kehidupan Masa Majapahit. Lalu peninggalan-peninggalan bersejarah dan patung-patung pada zaman dahulu. Kami mendapat banyak sekali pengetahuan dan ilmu mengenai Kerajaan Majapahit sehingga Kami bisa mengerti dan memahami bahwa sebelum Kemerdekaan juga ada kehidupan pada zaman pra-aksara.

Banyak sekali pengetahuan baru yang Kami dapat melalui kegiatan Field Trip ini. Ini Kegiatan yang sangat positif Tidak hanya belajar, Kami juga bisa demain bersosialisasi. Sudah tidak sabar untuk mengikuti kegiatan berikutnya. Homschooling Pena… Kereennnn… (Ardelia Nabilah Syarlita; Kelas X IPS)

Semarak Pekan Lomba Agustus Homeschooling Pena 2018

P eringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang ke 73 pada tahun 2018 ini diwarnai dengan keseruan lomba-lomba Agustusan dimana-mana termasuk di Homeschooling pena. Hari kemerdekaan merupakan tonggak sejarah perjuangan bangsa yang harus terus kita pertahankan. Maka sudah sepatutnya kita sebagai Bangsa Indonesia mengenang jasa-jasa pahlawan kita yang sudah membela bangsa Indonesia di dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia dengan  turut serta memeriahkan pesta kemerdekaan ini.

Homeschooling Pena punya cara tersendiri dalam mengemas event lomba Agustusan yang sudah menjadi event annual; diselenggarakan setiap tahun. Peserta Didik Homeschooling Pena  wajib berpartisipasi dalam memperingati Peraayaan HUT Kemerdekaan RI yang ke-73 dengan mengikuti berbagai macam perlombaan yang diadakan oleh Sekolah yang diselenggarakan pada setiap hari Senin selama Bulan Agustus. Tahun ini lomba-lomba diselenggarakan dengan konsep outdoor di Taman Bungkul Surabaya sebagai implementasi konsep pendidikan karakter; yakni menanamkan jiwa nasionalisme dengan tujuan utama memberi kesempatan untuk bersosialisasi. Berikut lomba-lomba yang dihelat diantaranya yaitu :

  1. Lomba Lari Karet Estafet
    Karet di taruh di sedotan peserta pertama kemudian karet didistribusikan secara estafet ke peserta kedua yang juga membawa sebuah sedotan, lalu ke peserta ketiga, selanjutnya di masukkan ke dalam wadah. Kesabaran, keuletan dan kekompakkan sangat diperlukan dalam permainan ini, karena jika terlalu terburu karet akan jatuh dan permainan harus di mulai dari awal lagi.
  2. Lomba Memasukkan Paku dalam Botol
    Paku diikat dengan seutas tali kemudian dililitkan di pinggang dan peserta lomba berusaha memasukkan paku tersebut ke dalam botol. Diperlukan fokus dan keseimbangan untuk menjaga paku tidak bergoyang-goyang dan kemampuan memperkirakan ujung paku masuk dalam mulut botol sangat diperlukan.
  3. Makan Krupuk
    Dalam lomba ini para peserta berusaha memakan kerupuk yang digantung di atas tali yang ditempatkan di atas kepala para pemain. Tujuan permainan adalah menghabiskan kerupuk yang digantung dan pemenangnya adalah yang berhasil menghabiskannya pertama kali. Makan kerupuk tentu saja mudah, tapi coba lakukan dengan tangan yang diikat di belakang dan tak boleh digunakan untuk membantu memegang krupuk yang bergoyang-goyang.
  4. Mengapit Balon
    Balon diapit dengan kedua kaki oleh peserta pertama dan perjalan menuju peserta kedua dengan saling berpegangan dan tanpa meyentuh balon mereka berusaha memindahkan balon tersebut ke peserta selanjutnya, sampai ke peserta teraakhir yaitu peserta keempat yang akan berjalan mengapit balon menuju garis finish.
    Permainan ini tentunya dibutuhkan kekompakan dan kerjasama Tim dan juga keseimbangan karena jika tidak maka balon akan terjaatuh dan permainan harus diulang dari awal.
  5. Membaca Teks Proklamasi
    Lomba ini diikuti oleh peserta secara individu, mereka membacakan Teks Proklamasi di depan publik; teman teman, Orangtua dan Panitia lomba. Tujuan diadakannya perlombaan ini adalah agar  setup peserta didik berani tampil di depån mum dan bisa mengenang sera menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan Kemerdekaan Bangsa Indonesia.
  6. Mewarnai dan Menggambar Topi Contong
    Peserta Didik menggambar di kertas manila yang sudah dibentuk berupa topi kerucut dengaan tema “Perjuangan” sesuai dengan kreasi mereka masing-masing. Kemudian setelah digambar mereka memberikan warna pada gambar yang Sudan dibuat.
    Pelajaran yang di dapatkan yaitu mereka bisa menggambarkan bagaimana dan apa saja peralataan serta keadaan ketika pada jaman perjuangan dahulu sebelum merdeka. Tujuannya adalah menanamkan rasa syukur akan anugerah kemerdekaan ini.
  7. Menangkap Belut
    Lomba ini diikuti oleh peserta secara individu, dengan memindahkan belut satu persatu menggunakan tangan kosong dan berlari dari wadah satu ke wadah lainnya. Penilaian dilakukan berdasarkan siapa paling cepat memindahkan belut sebanyak 2 ekor ke dalam wadah lainnya.
    Tentunya permainan ini sangat membutuhkan ketangkasan dan keberanian karena tekstur belut yang sangat licin ditambah dengan gerakannya yang sangat aktif maka peserta harus bisa cepat dan tepat dalam memindahkan belutnya.

P esan moral dari kegiatan lomba-lomba Agustusan ini adalah ‘Kemerdekaan tidak diraih dengan gratis, tapi dengan perjuangan keras berdarah-darah. Sudah sepatutnya generasi muda Bangsa Indonesia bisa menghargai arti kemerdekaan ini dengan mengisi dengan hal-hal positif dan prestasi-prestasi membanggakan’. Masih ada banyak lagi lomba yang mereka ikuti lainnya. Para Peserta didik sangat senang dan sangat bersemangat mengikuti setiap perlombaan. Tentunya Homeschooling Pena akan memberikan apresiasi dan hadiah kepada semua peserta lomba dan para pemenang yang akan diberikan pada kegiatan Outbond di awal Semester II 2018/2019 nanti.

DIRGAHAYU INDONESIAKU… JAYALAH SELALU